Tips & Trik Traveling Seharian di Kota Ambon

Kalau punya masa-masa gak lebih dari 24 jam di Kota Ambon, kita dapat traveling kemana saja? Beberapa masa-masa lalu, aku ke Ambon. Karena destinasi utamanya ialah bekerja, masa-masa keliling gak banyak. Tapi, ya namanya niat, tetap saja diusahakan. Hehehe. Oke, jadilah extend satu hari. Kami menginap di hotel yang bertempat di tengah kota, paling strategis. Banyak tempat santap dan pusat perbelanjaan oleh-oleh di dekatnya. Atau jika kamu ingin mengetahui tempat yang lebih banyak kamu bisa baca berita ambon yang bisa kamu akses di internet maupun di koran. Dannnnnnn, yang sangat penting ialah di Ambon telah ada transportasi online! An ojek for every need

Kita mulai hari ya. Sarapan di rooftop hotel ialah pilihan terbaik. Di samping rasa makanan yang enak, mata anda akan puas menatap pelabuhan-pelabuhan yang berjejer di pinggiran Teluk Ambon. Desain hotel ini paling segar dan Instagramable dibanding hotel sebelum aku menginap. Setelah sarapan, kami mulai destinasi kesatu, yakni Gong Perdamaian Dunia. Gong ini terdapat di sejumlah kota di dunia. Di Indonesia pun bukan satu-satunya, ada sejumlah seperti di Palu dan Bali. Tujuannya ialah supaya tidak terdapat lagi konflik dan mengenang perdamaian. Kalau di Ambon, letaknya tepat di tengah kota dan berdampingan dengan Tugu Pattimura.

Editors’ picks

    Tugu Pattimura diciptakan untuk mengenang meninggalnya Thomas Matulessy atau anda kenal sebagai Kapiten Pattimura, seorang Pahlawan Nasional dari Maluku. Ia menempati Benteng Duurstede di Saparua dan menang melawan penjajah. Namun, ia kalah dengan taktik Belanda sampai digantung hidup-hidup. Kejam kan.

    Supaya gak terlampau siang, anda lanjutkan perjalanan ke Benteng Amsterdam. Lokasinya 42 km dari Kota Ambon. Kita akan melalui Jembatan Merah Putih, di antara saksi berakhirnya konflik Ambon tahun 1999-2002. Sekitar satu jam perjalanan, sampailah anda di Benteng Amsterdam yang di bina tahun 1512 oleh Portugis. Loh, kok namanya Benteng Amsterdam? Abad ke-17 VOC memungut alih semua Nusantara, tergolong Pulau Ambon. Benteng juga dipindahkan namanya.

    Di samping benteng yang seluruh orang tahu bangunannya tentu gagah, terdapat dua bangunan beda di sekitarnya yang tak kalah menarik. Pertama, Gereja Tua Immanuel Negeri Hilla yang didirikan bersamaan dengan datangnya Belanda. Bangunan gereja ini pun paling unik. Di tahun 1600-an telah ada gereja dengan model lantai dua di unsur belakang.

    Sayang bangunan aslinya dihanguskan warga ketika konflik Ambon. Bangunan yang sekarang ialah replika, namun kesannya telah tua. Barang kali bahan pembuatannya yang telah tak sama. Kita jalan kaki tak hingga 10 menit, terdapat Masjid Tua Wapauwe Negeri Kaitetu. Masjid ini jauh lebih tua dari gereja tadi. Sudah berumur lebih dari 600 tahun. Atap masjid ini tercipta dari Rumbia dan dindingnya dari pelepah Sagu kering. Juga telah direnovasi, namun menara aslinya masih ditabung rapi. Cerita uniknya merupakan, masjid ini sudah sejumlah kali beralih lokasi guna menghindari serangan Belanda. Perpindahannya juga mistis. Tiba-tiba telah pindah ketika subuh tiba. Sayangnya, sebab aku Kristen, tidak diizinkan masuk ke dalam. Padahal masih penasaran dengan desain interiornya.

    Kita lanjutkan perjalanan ya.

    Selama 30 menit perjalanan dengan mobil, sampailah anda di Negeri Morella. Salah satu spot snorkeling terbaik. Aku melulu sampai di Pantai Buaya, seharusnya bila mau lihat ikan-ikan kayak di YouTube, agak jauh tidak banyak ke arah peternakan kimah mutiara. Tapi, ini pun sudah spektakuler bagusnya. Makan siangnya di warung terapung di pinggiran laut. Menunya gorengan dan indomie. Habis snorkeling, sangat enak emang santap indomie kuah.

    Karena melulu punya waktu tidak cukup dari 24 jam, anda lanjutkan cari sunset yuk! Kita pulang ke arah Kota Ambon. Pilihannya ialah makan rujak di Pantai Natsepa atau ke Monumen Martha Tiahahu. Pilihanku jatuh ke Monumen Martha Tiahahu. Letaknya masih di Kota Ambon, tetapi agak jalan ke bukit. Dari sini kita dapat menikmati sunset dan Teluk Ambon. Setelah sunset, singgah beli oleh-oleh di pusat perbelanjaan oleh-oleh yang namanya aku lupa. minyak kayu putih dari Pulau Buru ialah oleh-oleh sangat khas. Di samping kenari dan besi putih ya.

    Dapur Kole-Kole ialah pilihan yang tepat untuk santap malam. Kalau kalian ke sana, mesti jajaki Steak Tuna Belly dan Jus Gandaria. Sudah tahu bila Gandaria ialah nama buah? Oke, Aku kira melulu aku yang baru tahu bila Gandaria ialah nama buah. Rasanya? Perpaduan mangga dan nanas. Hahaha. Habis makan, bila masih mampu nongkrong dapat melanjutkan ke Kopi Dolo. Salah satu warung kopi yang direkomendasikan teman-teman Ambon Bergerak. Atau bila isi perut masih belum kenyang-kenyang amat, dapat ke pasar santap durian yang bila musimnya hanya seribu rupiah per buah!

    Nah, bila ada masa-masa 24 jam di Ambon, gempor-gempor deh jalan seharian. Wkwk.

     

    Topic:

    Just For You