Perokok pasif masih menjadi masalah bagi anak-anak

 

Sebuah survei baru-baru ini mengamati paparan anak-anak terhadap perokok pasif dan menemukan bahwa sekitar 3 juta anak berusia 6 tahun ke bawah secara teratur terpapar dengan perokok pasif di rumah mereka.

Dikelola oleh Badan Perlindungan Lingkungan A.S., studi terhadap lebih dari 14.000 rumah tangga ini menunjukkan bahwa paparan asap rokok terjadi lebih sering pada rumah tangga berpenghasilan rendah dan pendidikan rendah.

Survei juga menemukan bahwa merokok oleh pengunjung menyumbang kurang dari 1 persen dari paparan. Orang tua, di sisi lain, menyumbang 90 persen dari asap bekas yang anak-anak terpapar.

Paparan perokok pasif adalah risiko kesehatan yang serius, dan anak-anak, yang tubuhnya masih berkembang, adalah yang paling rentan. Anak-anak yang terpapar asap rokok lebih mungkin mengalami serangan asma, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi telinga. Selain itu, paparan meningkatkan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak di Jakarta

anak di bawah 1 tahun.

Meskipun kemajuan telah dibuat, jumlahnya masih mengkhawatirkan. Dalam studi sebelumnya, EPA memperkirakan bahwa paparan asap rokok meningkatkan jumlah episode dan tingkat keparahan gejala asma hingga 1 juta anak setiap tahun. Agensi juga memperkirakan hal itu

perokok pasif bertanggung jawab atas 150.000 hingga 300.000 infeksi saluran pernapasan bawah pada bayi dan anak di bawah 18 bulan. Ini menghasilkan 7.500 hingga 15.000 rawat inap setiap tahun.

Sejumlah penelitian lain, termasuk satu oleh California EPA pada tahun 1997, mendukung temuan awal EPA.

Jika perokok pasif adalah masalah di rumah Anda, ambil langkah-langkah ini untuk membantu mengurangi paparan anak Anda.

1. Jangan merokok di rumah atau mobil Anda. Jangan biarkan orang lain melakukannya juga. Pindah ke kamar lain atau membuka jendela tidak melindungi anak-anak Anda dari paparan karena asap tetap ada di udara dan di pakaian Anda.

Topic:

Just For You